Cara Menentukan Produk yang Cocok untuk Brand Bodycare Baru merupakan langkah penting yang perlu dipahami sebelum memulai proses formulasi dan produksi. Memiliki brand body care tidak hanya tentang memilih produk yang sedang populer, tetapi juga memastikan produk tersebut sesuai dengan target konsumen, kebutuhan pasar, positioning brand, dan kemampuan bisnis. Bagi pemula, menentukan produk pertama sering kali menjadi tantangan. Ada banyak pilihan yang dapat dikembangkan, seperti body lotion, body scrub, body wash, body serum, hand cream, deodorant, hingga berbagai produk perawatan tubuh lainnya.
Jika terlalu banyak pilihan, calon pemilik brand bisa kesulitan menentukan produk mana yang sebaiknya diluncurkan terlebih dahulu. Sebaliknya, jika hanya mengikuti produk yang sedang viral tanpa melakukan riset, ada risiko produk tidak sesuai dengan kebutuhan target konsumen.
Karena itu, cara menentukan produk yang cocok untuk brand bodycare baru sebaiknya dilakukan secara sistematis. Anda perlu memahami siapa calon pembeli, masalah yang ingin mereka selesaikan, posisi brand di pasar, kemampuan modal, hingga kemampuan produsen dalam mengembangkan produk. Artikel ini akan membahas langkah-langkah yang dapat membantu Anda menentukan produk body care yang lebih sesuai untuk brand baru.
Cara Menentukan Produk yang Cocok untuk Brand Bodycare Baru
Menentukan produk pertama tidak harus dimulai dari pertanyaan “produk apa yang sedang viral?”. Pertanyaan yang lebih penting adalah “produk apa yang dibutuhkan oleh target konsumen dan sesuai dengan konsep brand saya?” Dengan pendekatan tersebut, Anda dapat membuat keputusan berdasarkan kebutuhan pasar, bukan sekadar mengikuti tren.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Tentukan Target Konsumen

Langkah pertama dalam cara menentukan produk yang cocok untuk brand bodycare baru adalah menentukan target konsumen. Jangan langsung membuat produk untuk semua orang. Setiap kelompok konsumen dapat memiliki kebutuhan, kebiasaan, daya beli, dan preferensi yang berbeda.
Beberapa karakteristik yang dapat dianalisis antara lain:
- Usia
- Jenis kelamin
- Gaya hidup
- Aktivitas sehari-hari
- Kebiasaan menggunakan body care
- Kondisi atau kebutuhan kulit
- Kisaran harga yang dapat dijangkau
- Preferensi terhadap tekstur produk
- Preferensi terhadap aroma
- Preferensi terhadap ukuran dan jenis kemasan
Contoh Menentukan Target Konsumen
Misalnya Anda ingin membangun brand body care untuk perempuan usia 18–30 tahun yang memiliki aktivitas cukup padat.
Target tersebut mungkin lebih tertarik pada produk yang:
- Praktis digunakan
- Mudah dibawa
- Cepat menyerap
- Memiliki tekstur nyaman
- Memiliki aroma yang menyenangkan
- Memiliki harga yang sesuai dengan daya beli target
Dari informasi tersebut, body lotion dengan tekstur ringan atau body serum dapat menjadi salah satu produk yang layak dipertimbangkan. Sebaliknya, jika target Anda adalah konsumen yang menginginkan pengalaman perawatan tubuh premium, konsep produk, formula, aroma, kemasan, dan harga dapat dibuat berbeda. Artinya, produk pertama sebaiknya mengikuti kebutuhan target konsumen yang telah ditentukan. sesaat.et Anda adalah wanita usia 18–30 tahun yang aktif dan menyukai perawatan praktis, body lotion dengan tekstur ringan dan cepat menyerap bisa menjadi salah satu pilihan.
2. Lakukan Riset Kebutuhan Pasar

Setelah menentukan target konsumen, langkah berikutnya adalah melakukan riset pasar. Riset membantu Anda memahami produk dan kebutuhan yang sedang dicari oleh calon konsumen. Jangan hanya mengandalkan asumsi pribadi karena apa yang menurut Anda menarik belum tentu menjadi kebutuhan pasar.
Beberapa sumber yang dapat digunakan untuk melakukan riset antara lain:
- Marketplace
- Media sosial
- Google Trends
- Komentar konsumen
- Forum diskusi
- Survei sederhana
- Review produk kompetitor
- Website brand lain
Untuk melihat perkembangan minat pencarian berdasarkan topik tertentu, Anda juga dapat menggunakan Google Trends. Google Trends
Apa yang Perlu Dicari Saat Riset?
Jangan hanya melihat produk yang memiliki banyak penjualan. Perhatikan juga alasan konsumen membeli dan keluhan yang mereka sampaikan. Misalnya, dari review marketplace Anda menemukan konsumen sering mengeluhkan:
- Body lotion terlalu lengket
- Produk sulit menyerap
- Aroma terlalu kuat
- Kemasan mudah bocor
- Ukuran terlalu besar untuk dibawa
- Produk terasa kurang nyaman digunakan
Informasi seperti ini dapat menjadi insight untuk pengembangan produk. Anda tidak harus meniru produk kompetitor. Sebaliknya, gunakan data tersebut untuk menemukan peluang membuat produk yang memiliki pengalaman penggunaan lebih sesuai dengan kebutuhan target konsumen.
3. Identifikasi Masalah yang Ingin Diselesaikan

Salah satu cara menentukan produk yang lebih tepat adalah mulai dari masalah konsumen.
Misalnya, target konsumen merasa:
- Kulit tubuh terasa kering
- Membutuhkan body care yang praktis
- Menginginkan produk dengan tekstur ringan
- Membutuhkan produk untuk penggunaan sehari-hari
- Menyukai aroma tertentu
- Menginginkan kemasan yang mudah dibawa
Dari kebutuhan tersebut, Anda dapat menentukan kategori produk yang relevan.
Contoh
Jika kebutuhan utama target adalah perawatan kulit tubuh yang terasa kering, beberapa kategori yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Body lotion
- Body cream
- Body butter
- Body serum
- Body wash dengan konsep perawatan yang sesuai
Namun, pemilihan produk tetap harus disesuaikan dengan konsep brand dan hasil diskusi dengan tim R&D atau produsen maklon.
4. Pilih Produk yang Sesuai dengan Positioning Brand

Produk yang Anda jual harus memiliki hubungan dengan identitas brand. Jika positioning brand tidak jelas, konsumen dapat kesulitan memahami alasan memilih produk Anda dibandingkan kompetitor. Misalnya Anda ingin membangun brand dengan positioning:
“Bodycare praktis untuk konsumen aktif.”
Maka produk yang dikembangkan dapat diarahkan pada konsep praktis, seperti kemasan yang mudah digunakan, tekstur yang nyaman, atau produk yang cocok digunakan dalam rutinitas sehari-hari. Sementara itu, jika positioning brand adalah:
“Premium bodycare untuk pengalaman perawatan di rumah.”
Maka konsep produknya dapat diarahkan pada pengalaman premium melalui formula, aroma, kemasan, ukuran, dan komunikasi brand.
Positioning Membantu Menentukan Produk
Positioning dapat membantu Anda menjawab beberapa pertanyaan:
- Siapa konsumen utama?
- Apa kebutuhan utama mereka?
- Apa keunggulan brand?
- Mengapa konsumen harus memilih produk Anda?
- Berapa kisaran harga yang sesuai?
- Bagaimana produk akan dikomunikasikan?
Dengan positioning yang jelas, cara menentukan produk yang cocok untuk brand bodycare baru menjadi lebih terarah.
5. Jangan Terlalu Banyak Meluncurkan Produk di Awal

Brand baru tidak harus langsung memiliki banyak produk. Memulai dengan satu sampai tiga produk utama dapat menjadi pilihan yang lebih mudah dikontrol, terutama jika modal dan sumber daya masih terbatas. Contohnya:
Produk utama: Body lotion
Produk pendukung: Body scrub
Produk pelengkap: Body wash
Strategi tersebut memungkinkan Anda menguji respons pasar sebelum memperluas lini produk. Jika body lotion mendapatkan respons yang baik, Anda dapat mempertimbangkan pengembangan produk lain yang masih berkaitan dengan kebutuhan konsumen.
Mengapa Tidak Langsung Banyak Produk?
Meluncurkan terlalu banyak produk di awal dapat membuat anggaran terbagi ke banyak kebutuhan. Selain biaya produksi, setiap produk juga membutuhkan perhatian untuk:
- Desain
- Kemasan
- Konten
- Foto produk
- Stok
- Pemasaran
- Distribusi
- Edukasi konsumen
Karena itu, fokus pada produk utama dapat membantu brand baru membangun identitas dengan lebih jelas.
6. Pertimbangkan Harga dan Biaya Produksi

Produk yang menarik belum tentu cocok untuk bisnis jika biaya produksinya membuat harga jual terlalu tinggi dibandingkan kemampuan target konsumen. Sebelum menentukan produk, buat perkiraan biaya secara menyeluruh. Komponen yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Pengembangan formula
- Bahan baku
- Kemasan
- Produksi
- Pengujian
- Dokumen dan kebutuhan regulasi
- Desain
- Pengiriman
- Pemasaran
Anda juga perlu memperhitungkan minimum order quantity atau MOQ yang ditetapkan oleh produsen.
Contoh Sederhana
Misalnya target konsumen Anda memiliki kemampuan membeli body care di kisaran harga Rp50.000–Rp100.000. Jika total biaya produk membuat harga jual harus jauh lebih tinggi dari kisaran tersebut, Anda perlu mengevaluasi kembali formula, kemasan, ukuran produk, atau positioning. Tujuannya bukan selalu mencari biaya produksi paling murah, tetapi mencari keseimbangan antara:
Kualitas + biaya produksi + harga jual + margin + daya beli konsumen.
Perhitungan ini sebaiknya dilakukan sebelum produk masuk ke produksi dalam jumlah besar.
7. Diskusikan Formula dan Konsep dengan Produsen Maklon

Jika Anda belum memiliki fasilitas produksi sendiri, jasa maklon dapat membantu proses pengembangan produk. Produsen maklon dapat berdiskusi mengenai konsep produk, karakteristik formula, kemasan, hingga proses produksi sesuai kebutuhan brand. Namun, pemilik brand tetap perlu memahami target pasar dan tujuan produknya agar hasil pengembangan sesuai dengan positioning yang direncanakan.
FAQ Seputar Produk Bodycare untuk Brand Baru
1. Bagaimana cara menentukan produk yang cocok untuk brand body care baru?
Mulailah dengan menentukan target konsumen, melakukan riset kebutuhan pasar, menentukan positioning, menghitung biaya, kemudian memilih produk yang sesuai dengan kemampuan bisnis dan fasilitas produsen.
2. Produk body care apa yang cocok untuk pemula?
Tidak ada satu produk yang pasti cocok untuk semua brand. Body lotion, body scrub, body wash, body serum, dan produk lainnya dapat menjadi pilihan selama sesuai dengan target konsumen dan positioning brand.
3. Apakah brand body care baru harus memiliki banyak produk?
Tidak. Brand baru dapat memulai dengan satu hingga tiga produk unggulan untuk menguji respons pasar dan mengontrol modal.
4. Apakah produk yang sedang viral cocok untuk brand baru?
Belum tentu. Tren dapat menjadi referensi riset, tetapi keputusan akhir sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan target konsumen, positioning, biaya, dan peluang jangka panjang.
5. Bagaimana melakukan riset produk bodycare?
Riset dapat dilakukan melalui marketplace, media sosial, Google Trends, review konsumen, survei, serta analisis kompetitor.
Kesimpulan
Cara menentukan produk yang cocok untuk brand bodycare baru sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan produk yang sedang populer. Keputusan perlu mempertimbangkan target konsumen, kebutuhan pasar, positioning brand, biaya produksi, kemampuan modal, kemasan, serta kemampuan produsen. Mulailah dari target konsumen. Setelah itu, lakukan riset untuk mengetahui kebutuhan mereka dan produk yang memiliki peluang.
Hubungkan hasil riset tersebut dengan positioning brand agar produk yang dibuat memiliki identitas yang jelas. Brand baru juga tidak harus langsung meluncurkan banyak produk. Memulai dengan satu hingga tiga produk unggulan dapat membantu mengontrol modal sekaligus menguji respons pasar. Jika Anda menggunakan jasa maklon, diskusikan konsep produk secara detail dengan produsen. Pastikan Anda memahami biaya, MOQ, proses pengembangan, kualitas produksi, serta kebutuhan pengujian dan regulasi. Pada akhirnya, produk yang tepat bukan hanya produk yang sedang tren, tetapi produk yang dibutuhkan konsumen, sesuai dengan identitas brand, realistis untuk diproduksi, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bisnis yang berkelanjutan.
Ingin Mengembangkan Produk Bodycare untuk Brand Anda?
Jika Anda sudah memiliki konsep produk tetapi belum mengetahui bagaimana memulai proses pengembangannya, PT. Dizza Karya Utama dapat menjadi partner untuk mendiskusikan kebutuhan pengembangan dan produksi melalui layanan maklon body care. Anda dapat mendiskusikan konsep brand, target konsumen, jenis produk, formula, kemasan, serta kebutuhan produksi sesuai layanan yang tersedia.
Mulai persiapkan produk body care untuk brand Anda bersama PT. Dizza Karya Utama.
Jangan tunda impian bisnis Anda. Hubungi tim marketing kami sekarang untuk konsultasi gratis dan kunjungan pabrik langsung melalui halaman resmi Kontak PT. Dizza Karya Utama.

